Sejarah

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Jami Banjarmasin, didirikan atas kerja sama Yayasan Pengabdian Banjarmasin dan Badan Pengurus Masjid Jami Banjarmasin,tahun 1989 dengan nama STIT Al Jami Banjarmasin, keputusan  dengan nomor, (no. 16/D-BPJM/1989) dan (No.42/E-35/1410) dengan maksud menampung mahasiswa yang ingin kuliah di fakultas Tarbiyah IAIN Antasari tetapi tidak mendapat kesempatan karena daya tampung Fakultas Tarbiyah saat itu terbatas.

Disamping itu, di Kota Banjarmasin sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Selatan, belum ada Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (PTAIS).

Kerjasama pihak pendiri saat itu adalah bahwa Badan Pengurus Masjid Jami menyediakan sarana dan prasarana serta lahan kosong untuk pengembangan Perguruan ini, sedangkan  Yayasan Pengabdian Banjarmasin bertanggung jawab dalam pengelolaan akademik. Kerjasama dimaksud ditanda tangani pada tanggal 5 Agustus 1989.

Sejalan pekembangan selanjutnya, pihak Yayasan Pengabdian banjarmasin mengurus berbagai surat izin untuk kelangsungan Perguruan tinggi ini, maka secara kronologis adalah sebagai berikut :

  1. Mendapat Izin Operasional berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI No. 21 Tahun 1992
  2. Kemudian Status Terdaftar tahun 2007 dengan Surat Keputusan Direktorat Jendral Binbaga Islam Depag RI No. E/45/ 97.
  3. Terakreditasi I pada bulan Agustus tahun 2000 dengan Surat Keputusan BAN-PT No. 019/BAN-PT/Ak-IV/VIII/2000. Predikat B.
  4. Perpanjangan Status Terakreditasi tahun 2005 dengan Surat Keputusan BAN –PT No. 254/BAN-PT/VIII//2005.Predikat B.
  5. Terakreditasi II, tahun 2005 dengan Surat Keputusan No. 023/BAN-PT/Ak-IX/S1/XII/2005, berlaku sampai Desember 2010 Predikat B
  6. Terakreditasi III, tahun 2011 dengan Surat Keputusan BAN-PT No.002/BAN/Ak-XIV/S1/V/2011, berlaku sampai  tanggal 13 Mei 2016.Predikat C
  7. Terakreditasi IV, tahun 2016 dengan Surat Keputusan BAN-PT No.2971/SK/BAN-PT/akred/S/XII/2016. Predikat C Nilai 296.
  8. Izin Penyelenggaaran Prodi PAI pada STAI Al Jami dari Kementerian Agama Republik Indonesia, berlaku sampai tahun 2018 yang dengan Surat Keputusn Direktur Jenderal Pendidikan Islam. No.31 tahun 2013 Tentang Perpanjangan Izin Penyelenggaraan Program Studi Pada Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (PTAIS), yang ditanda tangani pada tanggal 13 Pebruari 2013.
  9. Berdasarkan edaran Dirjen Diktis N0.100 tahun 2016, Surat Izin Penyelenggaraan Prodi sudah tidak diperlukan lagi, asalkan prodi yang bersangkutan dalam posisi terakreditasi.
  10. Pada saat ini Kerjasama pengelolaan STAI Al Jami ini, tetap seperti dahulu, hanya saja Badan Pengurus Masjid Jami berubah nama menjadi Yayasan Al Jami, dan Yayasan Pengabdian Banjarmasin,diganti dengan Yayasan Jamiatun Najm.

Sekolah Tinggi ini mempunyai dua prodi, yaitu prodi PAI dan Prodi KI, namun dalam perjalanan akademiknya sampai saat ini, prodi PAI inilah yang diminati oleh masyarakat setempat.